Oleh : Bandi Hermawan (Ketua Umum FKMI Nuruddin Fisip Untan 2013-2014)
Jadilah kalian PEMUDA-PEMUDA TANGGUH dan PENGUKIR SEJARAH
Assalamu’alaikum warahmatullai wabarakatuh
Kusampaikan dengan segenap cinta, untuk kalian para pengemban dakwah
Kusampaikan dengan seluruh jiwa, untuk kalian para penerus
risalah
Kusampaikan dengan segenggam cita, untuk kalian para pewaris
peradaban
Detik ini mungkin tak akan terulang…
Momentum ini juga tak akan kembali…
Dan setiap pertemuan boleh jadi hanya sekali..
Karenanya untuk yang tak kan terulang, untuk semua yang tak kembali, dan untuk
segala yang hanya sekali…
Izinkan saya sampaikan nasehat ini, bukan untuk mencari puji, atau karena diri
lebih mulia, namun karena khilaf yang masih terlalu banyak, agar jadi pelepas
tanggung jawab di sisi Allah kelak…agar kita selalu bersama di jalan dakwah
ini…
Jalan yang telah banyak darah tertumpah
Jalan yang telah bergugur berjuta nyawa
Jalan yang telah terurai linangan air mata menjadi sungai cinta
Jalan yang hanya inginkan akal, hati dan jiwamu tertuju pada-Nya
Jalan yang hanya inginkan ragamu berlelah-lelah disisi-Nya
Inilah jalan yang disesali di akhirat oleh mereka yang dahulu enggan melaluinya
Inilah jalan yang disyukuri di akhirat oleh mereka yang bersusah payah
melewatinya…
Adik-adikku,
Allah tak pernah sedikitpun tanpa sengaja memilih orang-orang yang akan
diperkerjakan untuk membela agama-Nya..
Allah Yang Maha Sadar, tahu persis siapa orang-orang yang akan dia pilih untuk
berada di jalan dakwah ini hingga akhir hayatnya…
Karena memang sejatinya DAKWAH ini, dengan segenap pekerjaannya adalah PROYEK
ALLAH, maka Allahlah yang mencari para pekerjanya, Allah pula yang membiayai
semua pendanaannya dan Allah pula yang akan selalu menjaga keberlangsungannya
di muka bumi
Jika begitu,
Tak pantaslah kita (sebagai pekerja) merasa punya JASA atas dakwah ini
Tak pantaslah kita (sebagai pekerja) merasa paling BANYAK PENGORBANANNYA atas
dakwah ini
Tak pantaslah kita (sebagai pekerja) merasa paling PENTING atas andil dalam
keberhasilan dakwah ini
Karena, ada atau tiadanya kita di dalam barisan dakwah ini, tak sedikitpun
punya efek atas keberlangsungannya…
CATAT INI BAIK-BAIK DALAM HATI KALIAN…
Dakwah ini akan terus bergulir, akan terus berjalan, bahkan tanpa KALIAN
seorangpun…ALLAHU AKBAR, DIALAH PENGUASA LANGIT DAN BUMI, ALAM SEMESTA INI
DALAM GENGGAMANNYA…
Jelaslah,
Bahwa DAKWAH ini adalah KERJA
Bergabung dalam DAKWAH ini artinya KESIAPAN untuk BEKERJA tanpa henti
Bergabung dalam DAKWAH ini artinya KESIAPAN untuk BEKERJA tanpa puja-puji
manusia, hanya inginkan puja-puji dari-Nya
Janganlah ketiadaan penghargaan dari manusia atas kerja-kerja
DAKWAH kalian, membuat kalian lemah dan surut ke belakang…
YAKINLAH bahwa ALLAH MAHA MELIHAT pekerjaan kalian, dan YAKINLAH bahwa DIA pula
yang akan membalas semua jerih payah kalian.
BUKANKAH BALASAN DARI ALLAH adalah LEBIH BAIK DARI PENGHARGAAN
MAKHLUK-MAKHLUKNYA…??? Mana yang kalian kejar…??? Mana yang paling kalian
inginkan…???
Jika bergabungnya KALIAN dalam Dakwah ini hanya untuk memperdalam ilmu agama
dan menyempurnakan amal yaumi…saya katakan sejak awal, lebih baik kalian
menyingkir…
MEMPERDALAM ILMU AGAMA DAN SEMPURNANYA AMAL YAUMI tak mesti berada dalam
barisan DAKWAH…kalian bisa lakukan sendiri…
Jika bergabungnya KALIAN dalam Dakwah ini hanya untuk
BERBANGGA-BANGGA pada tingginya JABATAN dalam LDK atau LDF…saya katakan sejak
awal, lebih baik kalian minggir…
TAK ADA TEMPAT di sini, untuk mereka yang sibuk berbangga diri…
Jika bergabungnya KALIAN dalam Dakwah ini hanya ingin DIGELARI
orang sholeh, sholehah, ADS atau ADK…saya katakan sejak awal, DAKWAH ini hanya
punya satu gelar, SYUHADA’, itupun baru tersemat jika KALIAN telah tiada, tak
lagi hidup di dunia…
Karena semua EGO Pribadi, semua perasaan Kebanggaan, dan semua
keinginan meraih GELAR adalah KARAT-KARAT PENYAKIT yang menggerogoti UKHUWAH
KITA…
Penyakit yang melumpuhkan KEIMANAN kita, mengaburkan CINTA kita kepada sesama
IKHWAH…
DAKWAH ini juga UKHUWAH…mustahil kita bisa istiqomah dalam
dakwah tanpa berukhuwah…Sedangkan Akar Ukhuwah adalah IMAN…
INGAT…Kita BERUKHUWAH bukan karena kesamaan hobi, kesukaan,
kecocokan kesenangan dan semua ukuran duniawi…Kita berUKHUWAH karena kita meyakini,
membenarkan dan mengamalkan perintah Allah dengan kerelaan yang tulus hanya
kepada-Nya…
Kita berUKHUWAH karena pekerjaan kita sama, satu proyek untuk
memenangkan agama Allah…bukan pekerjaan yang lain…Karenanya kita tidak sedang
mencari PENGHIDUPAN dari dakwah…laksana kata seorang ulama’: ‘Hidup-hidupilah
Dakwah, jangan mencari kehidupan dari dakwah’.
Karena akar ukhuwah adalah IMAN, maka cara menumbuhkannya juga harus dengan
cara-cara yang bisa menyuburkan keimanan, bukan dengan cara-cara yang melemahkan
bahkan mematikan KEIMANAN itu sendiri…
UKHUWAH juga UJIAN KEBERSAMAAN
Ukhuwah itu tidak diuji saat kita BERPISAH...Ukhuwah diuji justru saat kita
BERSAMA, saling melihat CELA...disanalah kita berhadapan pada 2 pilihan,
menyuburkannya ataukah menjadikannya gersang...Suburnya Ukhuwah karena BAIK
SANGKA, Gersangnya Ukhuwah karena BURUK SANGKA...Dan pada kalian, Aku memilih
utk menyuburkannya, walaupun saling tahu bahwa kita tak sempurna...
UKHUWAH juga UJIAN PERASAAN
Saat suka berukhuwah, saat duka entah kemana…
Bukan, bukan seperti itu tuntunan UKHUWAH yang tercontoh dahulu, UKHUWAH adalah
suka duka kita jalani bersama, laksana satu tubuh, kita satu, tak berpisah dan
tak ada yang bisa memisahkannya kecuali ALLAH…Satu sakit semua merasakan sakit,
satu senang semuapun ikut senang…satu bermaksiat yang lain berikan nasehat.
Satu berbuat taat, yang lain ikut sempurnakan…begitulah UKHUWAH yang diajarkan
Nabi dan para sahabat 1400 tahun yang silam…
Satu lagi,
Yang selalu jadi sekat ukhuwah adalah Maksiat…
Mereka yang senang bermaksiat tanda bahwa akal, jiwa, dan hatinya belumlah
MATANG…UMAT Nabi Luth adalah seburuk-buruk contoh dalam bermaksiat.
Allah menegur mereka : Alaisaminkum rajulurrasyid
Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. dan sejak
dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata:
"Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih Suci bagimu, Maka
bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap
tamuku ini. Tidak Adakah di antara kalian seorang yang MATANG ?" (Qs. Huud
: 78)
2 sebab hobi maksiat
1. Jarang ingat Allah, hatinya lumpuh dalam merasakan kebersamaan Allah
2. Jarang ingat Mati, jiwanya lalai terlupa bahwa raga akan kembali ke tanah,
bahwa jiwa akan datang menghadap Allah
Maksiat itu tanda hati yang khianat…
Maksiat itu tanda jiwa yang enggan tuk taat…
Maksiat itu tanda akal yang gemar mendebat…
Karenanya siapapun (sendiri atau bersama-sama) yang gemar maksiat pastilah
akhirnya dilaknat…
Laknat dari Allah berupa ditutupnya pintu-pintu kebaikan,
dijauhkannya kita dari orang-orang baik, dibiarkannya kita tenggelam semakin
jauh dalam maksiat, disulitkannya segala urusan, dan ditundukkannya kita kepada
musuh-musuh dakwah…hingga orang-orang pendengki itu berkuasa kepada diri dan
organisasi kalian…
Siapa yang menjaga tubuhnya dari maksiat di masa muda, maka
Allah akan menjaga tubuhnya di masa tua...
Inilah Muharram, inilah Bulan Hijrah
Muharram hadir untuk mereka yang siap berhijrah dari maksiat masa lalunya,
menyesalinya, dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi di esok hari
Muharram hadir untuk mereka yang selalu merajut ukhuwah, mengubur dalam-dalam
ego diri, perasaan kebanggaan, dan ingin digelari…
Muharram hadir untuk meraka yang mencintai Allah, Rasul-Nya dan Dakwah ini
melebihi kecintaannya kepada makhluk-makhluk lainnya...
Karena itu,
Adik-adikku, mari dipermulaan tahun hijriyah ini kita bersegera memohon ampunan
agar Allah berkenan bukakan pintu-pintu keberkahan, Allah berkenan tunjukkan
jalan-jalan kelapangan dalam setiap urusan dakwah kita.
Kita berhijrah dari kelamnya masa lalu, menuju terangnya cahaya
di hari depan...
Kita berhijrah dari segala keburukan menuju kebaikan yang menentramkan...
Waktu tak akan pernah terulang, UKIRLAH SEJARAH
Lakukan kerja-kerja besar, agar jiwa dan semangat kalian tidak melemah
Buatlah karya-karya hebat, agar generasi setelah kalian tidak mencatat apapun
kecuali KEBAIKAN…agar generasi setelah kalian kesulitan meniru kerja-kerja
kalian…karena Keikhlasan kalian, karena jujurnya Ukhuwah kalian, karena
banyaknya prestasi kalian…
Itulah yang dikatakan Umar RA saat berhadapan di depan jasad Abu
Bakar RA :
“Wahai Khalifah Rasulullah, engkau telah membuat orang setelahmu sulit untuk
menirumu”
Mintalah nasehat kepada yang tua, karena mereka lebih dulu
bertemu dengan kehidupan…dan mungkin lebih banyak amalnya dari kalian.
Sayangilah yang muda, karena boleh jadi mereka lebih mulia di hadapan Allah
karena sedikitnya dosa yang terlaku.
Janganlah jadi orang yang sombong, cirinya : Tidak mau menerima
nasehat dan Menganggap dirinya lebih baik, lebih mulia, lebih hebat dari orang
lain
Jadilah QUDWAH sebelum DAKWAH...
Ashlih nafsaka wad’u ghairuka...perbaiki diri kalian dan ajaklah orang lain
Dakwah ini hancur bukan karena musuh-musuh yang menindasnya...
Dakwah ini lemah bukan karena lawan yang menyerangnya...
Tapi karena Para Da’i-Da’inya telah sibuk menyeru orang lain, sedangkan mereka
melupakan diri mereka sendiri...
Para Da’i sibuk mengajak orang lain berbuat baik, sedangkan
mereka selalu mengerjakan perbuatan dosa dan maksiat...
Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang
kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, Padahal kamu membaca Al kitab
(Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir? (Qs. Al Baqarah (2) : 44)
Bergaulah kepada setiap orang dengan akhlak yang baik…sapa
mereka, ajaklah mereka kepada kebaikan, jangan sholeh sendirian…
Jangan pernah merasa Kalian paling SHOLEH, sedangkan yang lain BEJAT…
Jagalah amanah, dan jangan khianati…
Beristikharahlah dan Bermusyawarahlah dalam mengambil setiap keputusan, karena
bimbingan Allah ada dalam istikharah dan musyawarah…
Jika merasa berat dan tak sanggup menunaikan amanah, mundurlah
sejak awal, jangan jadi beban bagi dakwah...
Tetap jaga prestasi akademik kalian, tekunlah dalam belajar,
rakuslah kepada ilmu, perluas wawasan dan pergaulan, namun tidak lebur…
Istiqomahlah dalam tarbiyah, karena disanalah muara semua
hidayah, tarbiyah memang bukan segala-galanya, tapi segala-galanya tak akan
bisa diraih tanpa tarbiyah
Fahami fikrah ISLAM kalian dengan baik, dan peganglah ia dengan
teguh dan kukuh, tekunkan diri dalam ikhlas, agar sempurna amalmu di hadapan
Allah...
Beragamalah kalian dengan kefahaman, bukan dengan nafsu...
Beragamalah kalian dengan kelembutan, bukan dengan berlebih-lebihan...
Jika kalian terlalu keras dalam beragama, maka Ia akan mematahkan tulang
punggung kalian...
Istiqomahlah dalam dakwah, azzamkan tekad dan berjanjilah kepada
Allah, bahwa kalian akan tetap berada dalam dakwah ini sampai MATI…
Terakhir
Duhai adik-adikku,
Jadilah kalian generasi PENGAMAL, bukan generasi PENGAMAT...
Jadilah kalian generasi PENYELAMAT, bukan generasi PENGKHIANAT...
Jadilah kalian generasi AHLI TAUBAT, bukan generasi AHLI MAKSIAT…
Jadilah kalian generasi MODERAT, bukan generasi PENGHUJAT..
Jadilah kalian generasi PEMBERANI, bukan generasi PENCARI PUJI...
Dan jadilah kalian generasi PENGHUNI SURGA, bukan generasi AHLI NERAKA...
Salam cinta, sepenuh Ukhuwah untuk langkah yang semoga selalu
bersama di dunia dan di akhirat kelak…
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh